Tubektomi

Tubektomi atau sterilisasi atau kontrasepsi mantap wanita ialah suatu kontrasepsi permanen, dilakukan dengan cara tindakan pada kedua saluran. Tubektomi pada wanita dapat dilakukan dengan anaestesi lokal dan tanpa mondok. Tehniknyapun bervariasi seperti Tubektomi laparaskopik, minilaparatomi dll. Tubektomi minilaparatomi dapat dilakukan pada pasca persalinan/keguguran.

Keuntungan :
- tehniknya muda, sehingga dapat dilakukan oleh dokter umum.
- perlengkapan dan peralatan bedah sederhana.
- dapat dilakukan di rumah sakit kecil asal memenuhi persaratan.
- dapat dilakukan pada pasca persalinan, pasca keguguran.
- kontraindikasi yang mutlak tidak banyak.
- dapat dilakukan dengan anaestesi lokal atau kombinasi.
- angka kegagalan sterilisasi rendah.
- prosedur dapat dilakukan tanpa mondok.
- masa penyembuhan pasca bedah singkat.
- komplikasi terbilang kecil.
- efektivitas langsung setelah sterilisasi.
- biaya murah.

Tahap Pra operasi.
1) Puasa mulai tengah malam sebelum hari operasi.
2) Mandi dengan memakai sabun.
3) Datang ke klinik dengan diantar anggota keluarga.
4) Tidak memakai perhiasan.
5) Menghubungi petugas setiba di klinik.

Tahap pasca operasi.
a) Setelah tindakan pembedahan, pasien dirawat di ruang pemulihan selama kurang lebih 4-6 jam.
b) Selama di ruang pulih pasien diamati
      - tekanan darah, pernapasan, nadi.
      - rasa nyeri yang mungkin timbul.
      - perdarahan dari luka.
      - suhu badan.
c) Dua jam setelah operasi pasien diijinkan minum dan makan lunak.
d) Setelah 4 - 6 jam pasca bedah akseptor dapat pulang asal tidak pusing bila duduk.
e) Nasehat yang diberikan :
     - perawatan luka, diusahakan agar luka tetap kering.
     - jaga kebersihan terutama disekitar luka operasi.
     - segera kembali ke rumah sakit apabila terjadi perdarahan, demam, nyeri hebat,    pusing,
        muntah atau sesak napas.
     - istirahat seperlunya, pada umumnya pasien dapat kembali bekerja keesokan harinya tanpa
        mengalami komplikasi.
     - hubungan seks dapat dilakukan 1 minggu kemudian.
     - boleh makan biasa esok harinya, tidak ada pantangan.
     - kontrol memeriksakan diri sesuai nasehat.

Kontra indikasi
Untuk menghindari terjadinya komplikasi ada beberapa kontra indikasi al :
- Penderita dengan penyakit jantung/paru-paru.
- Hernia.
- berat badan tidak lebih dari 70 Kg. (anjuran)
 
 

back